BERTAQWALAH KEPADA ALLAH!! JANGANLAH KALIAN JATUHKAN TALAQ TIGA SEKALIGUS, IA HARAM LAGI MUNGKAR Disusun oleh : Ust Abu Zubair Aceh, Lc

 

        Termasuk bagian dari ketaqwaan suami ia mesti mentalaq istrinya sesuai dengan perintah syariat, artinya hendaklah ia memtalaq istrinya dalam keadaan belum dicampuri dan sedang tidak dalam keadaan haid, dan bertahap dalam masa iddah, sehingga talaqnya mencocoki sunnah disebut talaq sunnah, kembalikan dari hal tersebut talaq yang bid’ah dan dosa yang mesti dijauhi dari suami-suami di masa sekarang ini.

       Yang sering terjadi dan banyak dilakukan sekarang ini, banyak suami-suami mentalaq tdk tepat dengan syariah, ada yang mentalak istrinya dengan ucapan: engkau aku talaq 1500, atau 1000, ada juga engkau ku talaq tiga sekaligus dalam satu lafadz, dan banyak lagi model talaq yang aneh and nyeleneh, padahal hal tersebut tidak boleh, haram bahkan mungkar.

       Bagi suami-suami yang mentalaq istrinya dengan talaq tiga sekali lafadz, efek yang timbulkan sangat menakutkan  dan akan timbul penyesalan mendalam, diantaranya :

1.     Ia mendapatkan dosa, karena mentalaq sekaligus tiga dalam satu lafadz merupakan perbuatan maksiat atas Allah dan Rasul-Nya, tergolong dengan haram dan  munkar. sebagaimana yang diisyaratkan dalam hadist shohih riwayat Imam Muslim,

عن ابن عمرَ ــ رضي الله عنه ــ أنَّه قال لرجلٍ طلَّقَ امرأتَه بالثلاث

(( وَأَمَّا أَنْتَ طَلَّقْتَهَا ثَلاَثاً، فَقَدْ عَصَيْتَ رَبَّكَ فِيمَا أَمَرَكَ بِهِ مِنْ طَلاَقِ امْرَأَتِكَ، وَبَانَتْ مِنْكَ )).

Dari ibnu umar radhiAllahu anhu – ia berkata kepada laki-laki yang mentalaq istrinya tiga sekaligus, maka beliau :jika kamu menceraikannya dengan talaq tiga, maka kamu telah bermaksiat terhadap Rabbmu dalam perintah talaq,dan kamu telah putus hubungan dengannya.

            Kebanyakan ahlul ilmi berpendapat seperti ini diantara pendapat Imam Taimiyyah             Rahimahullah didalam kitabnya( majmuk fatawa juz 33/76) :      

         ‘’ kebanyakan kalangan para ulama dari sahabat, tabein dan setelah mereka menyatakan    haram yang demikin itu, ini juga pendapat dari malik, Abu Hanifah, Ahmad,sebagaian dari salah satu riwayat dari ahmad, dari banyak dipilih kebanyakan sahabat.’’

            Demikian pula apa yang dinyatakan oleh Al-hafidz Ibnu Abdil-Baar Al-Maliki    didalam kitabnya ( ‘’Al-Istidzkaar’’ juz 10/17) :

’’ الذي ذهب إليه مالك في أنَّ الطلاق الثلاث مجتمعات لا يقعن لِسُنَّة، وأنَّ ذلك مكروه مِن فِعل مَن فعَله، هكذا قول أكثر السلف.اه

         ‘’Yang demikian tersebut merupakan pendapatnya malik bahwa talak tiga sekaligus tidak mencocoki sunnah, yang demikian itu termasuk dibenci dari perbuatan org yang melakukannya, demikianlah pendapat kebnayakan para ulama salaf.’

            Keharaman hal tersebut disebabkan dengan tiga perkara:

1.     Rasullulah Shallahu A’laih Wa Salam sangat marah kepada mereka yang mentalaq tiga sekaligus, serta menvonis mereka bermain-main dengan kitab Allah.

Disebutkan dalam sebuah hadist diriwayatkan oleh Imam Nasaai dalam Shohihnya no: 5564 dari jalan mahromah bin bukair dari bapaknya dari Mahmud bin labib ia berkata :

(( أُخْبِرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ رَجُلٍ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ ثَلَاثَ تَطْلِيقَاتٍ جَمِيعًا، فَقَامَ غَضْبَانًا، ثُمَّ قَالَ: أَيُلْعَبُ بِكِتَابِ اللهِ، وَأَنَا بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ، حَتَّى قَامَ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ أَلَا أَقْتُلُهُ؟ )).

‘’Rasullulah Shallahu A’laih Wa Salam diberi kabar tetang seorang yang mentalaq istrinya dengan sekaligus, maka beliau Shallahu A’laih wa Salam berdiri dalam keadaan Marah, dan berkata:’’apakah ia bermain-main dengan kitab Allah, sedangkan saya ada diantara kalian’’, sampai-sampai ada seorang berkata :ya Rasullah apa saya boleh membunuhnya?

Berkata Al-faqih Abul-Abbas Al-Malikiy didalam kitabnya

( “المُفهم لِما أشكل مِن تلخيص كتاب مسلم” 4/ 242”)  hal tersebut menunjukan talaq tiga sekaligus dalam sekali lafadz adalah haram lagi munkar.

2.     Banyak nash-nash atsar dari para Sahabat Nabi yang menunjukan talaq tiga sekaligus dalam satu lafadz merupakan maksiat kepada Allah serta termasuk perbuatan dosa.

Pertama:

))ما صحَّ عن عَلقَمة ــ رحمه الله ــ أنَّه قال: (( جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بنِ مَسْعُودٍ فَقَالَ: إِنِّي طَلَّقْتُ    امْرَأَتِي مِائَةً فَقَالَ: بَانَتْ مِنْكَ  بِثَلَاثٍ، وَسَائِرُهُنَّ مَعْصِيَةٌ.

Telah shohih dari alqomah bahwa ia telah berkata ;’’telah datang seorang bertanya kepada Abdullah bin Masud, lalu ia berkata ; sungguh aku telah mentalaq istriku dengan talaq 100, maka ia berkata : telah putus hubunganmu denganya talaq tiga. Seluruhnya talaqmu itu kepadanya merupakan maksiat.(dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah didalam musnafnya No:17800)

Kedua :

عن ابن عمر ــ رضي الله عنه ــ أنَّ رجلًا استفتاه بأنَّه أوقع الطلاق على امرأته ثلاثًا، فأجابه بقوله:

  وَأَمَّا أَنْتَ طَلَّقْتَهَا ثَلَاثًا، فَقَدْ عَصَيْتَ رَبَّكَ فِيمَا أَمَرَكَ بِهِ مِنْ طَلَاقِ امْرَأَتِكَ، وَبَانَتْ مِنْك

 Dari Ibnu Umar RadiAllahu Anhu_ada seorang minta fatwa kepadanya bahwa  ia telah mentalaq istrinya dengan talaq tiga maka beliau menjawab : adapun engkau telah mentalaq istrimu dengan tiga, sungguh engkau telah durhaka kepada Rabbmu, dalam masalah talaq yang seharusnya sesuai dengan perintahNya, sekarang telah putus hubunganmu dengan istrimu.(HR Muslim

Ketiga :

ما صحَّ عن مالك بن الحارث ــ رحمه الله ــ أنَّه قال:

 (( جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ ــ رضي الله عنه ــ فَقَالَ: إِنَّ عَمَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ ثَلَاثًا فَأَكْثَرَ، فَقَالَ: عَصَيْتَ اللَّهَ ــ عَزَّ وَجَلَّ ــ، وَبَانَتْ مِنْكَ امْرَأَتُكَ، وَلَمْ تَتَّقِ اللَّهَ ــ عَزَّ وَجَلَّ  ــ فَيَجْعَلَ لَكَ مَخْرَج.

Telah shohih dari Malik bin Haris RahimahuAllah- ia berkata : datang seorang kepada Ibnu Abbas RadiaAllahu kemudian ia berkata ‘’ sesungguhnya pamannya telah mentalaq istrinya dengan lebih dari tiga’’ maka beliau berkata : engkau telah bermaksiat kepada Allah aja wa jala- engkau telah putus hubungan dengan istrimu, yang tidak bertaqwa kepada Allah maka tidak ada jalan keluar bagimu.(Hr Ibnu Abi Syaibah didalam musnafnya no :17789 & Said Bin Mansyur didalam sunannya No: 1064)

Keempat :

ما أخرجه ابن أبي شيبة في “مصنفه” (17788) عن واقِع بن سَحْبَان ــ رحمه الله ــ أنَّه قال :

)سُئِلَ عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ عَنْ رَجُلٍ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ ثَلَاثًا فِي مَجْلِسٍ، قَالَ: أَثِمَ بِرَبِّهِ، وَحُرِّمَتْ عَلَيْهِ امْرَأَتُهُ (

        Telah dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam musnafnya no 17788 dari Waqi bin Sahban bahwa ia bercerita : ‘’Imron bin Husain pernah ditanya tetang seorang yang telah memntalaq istrinya dengan talaq tiga sekaligus didalam satu majlis, kemudian ia berkata : ia telah berdosa dengan Rabb-Nya, dan telah diharamkan istrinya darinya’’.

3.     Khalifah Umar bin Khottab RadiaAllahu Anhu pernah memukul orang yang telah mentalaq istrinya dengan talaq tiga hingga terasa sakit.

حيث أخرج ابن أبي شيبة في “مصنفه” (17790) عن أنس ــ رضي الله عنه ــ أنَّه قال:

كَانَ عُمَرُ إِذَا أُتِيَ بِرَجُلٍ قَدْ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ ثَلَاثًا فِي مَجْلِسٍ أَوْجَعَهُ ضَرْبًا، وَفَرَّقَ بَيْنَهُمَا .

            Dimana telah dikeluarkan Ibnu Abi Syaibah didalam musnafnya no 17790 dari Anas RadiaAllahu Anhui a berkata : ‘’adalah Umar ketika didatangi oleh seorang laki-laki yang telah mentalaq istrinya dengan talaq tiga dalam suatu majlis maka umar memukul dengan keras lalu memisahkan keduanya.’’

       Maka hendaklah para suami bertaqwa kepada Allah dalam mentalaq istri mereka sesuai dengan syariat yang dituntukan dalam syariat.

       Telah dijelaskan didalam kitab-kitab fiqh makruh hukumnya mentalaq seorang istri jika tanpa sebab.

        Berkata Al-faqih Ibnu Hubairah Al-Hambali Rahimahullah : para ulama telah sepakat bahwa makruh hukumnya mentalaq istri dalam keadaan tidak ada apa-apa ( dalam hal istiqomah), kecuali Imam Abu Hanifah hukum haram.

         Janganlah mentalaq istri kecuali sesuai dengan syariat Allah Subhana Wa Ta’ala  dalam hal waktunya, tidak boleh mentalaq dalam posisi istri tersebut dalam keadaan Haid, dalam keadaan setelah digauli maka hukumnya haram dan tergolong Talaq bi’dah.

        Hendaklah jatuhkan thalaq diposisi ia suci dan belum digauli atau diwaktu hamil,itulah talaq yang Sunnah. Inilah yang diperintahkan nabi Shallahu a’laih Wa Salam, dan telah disepakati para ulama.

         Dan telah shohih Hadist dari Nabi Shallahu Ala’ih Wa Salam ketika ada Seorang yang mentalaq istrinya dalam keadaan haid, beliau bersabda :

       مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا، ثُمَّ لِيُطَلِّقْهَا طَاهِرًا أَوْ حَامِلً

‘’Kembali kepadanya dan rujuklah ia, kemudian talaqlah ia dalam keadaan ia suci atau hamil’’

       Demikian pula dalam jumlah talaq harus sesuai dengan syariat, jangan jatuhkan talaq kecuali  Talaq satu.

         Ibnu Taimiyyah berkata : talaq yang diperbolehkan Allah adalah talaq sunnah sedangkan talaq bid’ah diharamkan Allah.

         Talaq sunnah adalah talaq yang dijatuhkan kepada istri dengan satu kali talaq ketika istri dalam posisi suci belum digauli atau hamil yang jelas.

          Sedangkan talaq bid’ah adalah talaq yang dijatuhkan kepada istri sedang haid atau setelah dicampuri belum jelas lagi kehamilnya , maka ia talaq  diharamkan didalam kitabullah, sunnah dan ijma kaum muslimin.

        Begitu juga ia mentalaq istrinya dengan tiga sekaligus dalam satu majlis, misalnya seorang suami mengatakan kepada istrinya kamu saya talaq tiga, atau kamu saya talaq 1000, atau kamu saya talaq, saya talaq, saya talaq, maka yang demikian hukumnya haram menurut ulama salaf dan khalaf.(selesai ucapan Ibnu Taimiyah).

       Allah berfirman :

)      يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ ۖ لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِن بُيُوتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ إِلَّا أَن يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ ۚ لَا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَٰلِكَ أَمْرًا (

      Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.(talaq :1)

     Sungguh sangat menyedihkan di jaman ini berapa banyak keluarga yang hancur, rumah tangga berantakan serta anak-anak pada telantar, disebabkan para suami yang bemudah-mudahan mentalaq istri,karena kurangya ilmu agama,emosi yang meluap dan akal yang kurang , sehingga mentalaq tanpa tuntunan Syariat, jadilah apa yang terjadi runtuhnya rumah tangga tersebut.

      Maka seoarang mentalaq istrinya sekaligus tiga atau lebih, ia diposisi yang amat berbahaya akibat yang ia lakukan tersebut, ada dua perkara yang dapatkan:

1.     Dosa, karena mentalaq istri dengan tiga sekaligus merupakan maksiat kepada Allah,

Sebagaimana yang telah berlalu hadist sebelumnya, dan ucapan para sahabat Nabi, diantara adalah apa yang dikeluarkan oleh Imam Muslim dari Sahabat Ibnu Umar Bin Khottab

 عن ابن عمرَ ــ رضي الله عنه ــ أنَّه قال لرجلٍ طلَّقَ امرأتَه بالثلاث

وَأَمَّا أَنْتَ طَلَّقْتَهَا ثَلاَثاً، فَقَدْ عَصَيْتَ رَبَّكَ فِيمَا أَمَرَكَ بِهِ مِنْ طَلاَقِ امْرَأَتِكَ، وَبَانَتْ مِنْكَ.

Dari ibnu umar radhiAllahu anhu – ia berkata kepada laki-laki yang mentalaq istrinya tiga sekaligus, maka beliau :jika kamu menceraikannya dengan talaq tiga, maka kamu telah bermaksiat terhadap Rabbmu dalam perintah talaq,dan kamu telah putus hubungan dengannya.

2.     Diharamkan istrinya atas dirinya, sampai sang istri menikah dengan suami yang lainnya. Demikian pendapat kebanyakan para fuqoha dan ulama diantaranya adalah Imam empat mahzab.

       Bahkan telah berkata Imam Ibnu Abdil Baar Al-Maliki:’’ini pendapat kebanyakan para ulama dan fuqaha hijaz,Iraq, Syam, dari timur maupun barat.

 Sekian wasalam

BTN PAYA BEDI-  MERANTI/4/8/2021

Ust Rinaldo,Lc



Komentar

Postingan Populer